BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pengaruh arus globalisai akan sangat mengacu pada proses menjadi disiplinnya seorang siswa agar menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara. Didalam era globalisasi telah mengubah zaman menjadi zaman yang menyuluruh dan bersifat cepat dan telah merevolusi zaman. Dan karenanya itu sebagai penyusun Karya Ilmiah ini mengangkat judul Kedisiplinan Melahirkan Putra-Putri Terbaik Dalam Menjawab Tantangan Di Era Globalisasi. Dengan begitu kita sebagai penyusun akan melihat bagaimana kedisiplinan suatu putra putri dalam suatu bangsa menjawab tantangan globalisasi ini.
Menurut para pandangan masyarakat, kedisiplinan telah menghiraukan pada generasi sekarang dibandingkan pada zaman dulu, alasan mereka karena kedisiplinan telah pudar akibat arus globalisasi yang semakin meningkat. Mengingat pentinganya persaingan yang akan datang, dan perlu perbaikan diri berdasarkan syariat yang diajarkan oleh agama Islam, maupun sistem dalam bermasyarakat. Adapun salah satu sistem diatas salah satunya adalah disiplin. Disiplin tersebut, meliputi disiplin waktu, materi dan lain sebagainya.
Perlunya mengkaji tentang disiplin agar kita mudah menjalani arus globalisasi yang semakin memanas, agar kita tidak mudah terbawa arus yang mengarah pada perbuatan negatif. Fakta yang terjadi, kita ketahui bahwa Negara Jepang adalah negara yang penduduknya dominan menganut agama yang bukan Islam, tetapi mengapa dia bisa menjadi negara yang maju dan terkenal di penjuru dunia, Dan juga pada saat dia ditimpa musibah yaitu tsunami dahsyat. Pada saat pembagian makanan orang-orang Jepang tersebut masih sabar walaupun dalam keadaan lapar, jadi Negara Jepang dapat menjalankan itu semua karena dia memegang teguh di dalam hatinya yaitu disiplin.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari karya tulis kami ialah :
1. Bagaimana sikap kita sebagai warga Indonesia mempertahankan kedisiplinan?
2. Sejauh manakah pengaruh kedisplinan dalam era globalisasi dalam warga Negara di dunia?
3. Bagaimana peran putra-putri bangsa di era globalisas sekarang ini?
4. Bagaimana cara putra-putri bangsa menghadapi tantangan di era globalisasi pada saat ini?
5. Dapatkah Negara kita melahirkan putra-putri yang disiplin dalam era globalisasi ini?
6. Sejauh manakah Negara melahirkan putra-putri terbaik di era globalisasi sekarang ini?
C. Tujuan Penulisan
Adapun menjadi tujuan penulisan karya tulis ilmiah kami yaitu :
1. Untuk menginformasikan kepada umum tentang pentingnya bersikap disiplin
2. Agar timbulnya kesadaran disiplin bagi putra-putri diera globalisasi ini
3. Dapat melahirkan putra-putri terbaik bangsa dalam menjawab tantangan di era globalisasi.
4. Dan sebagai satu syarat dalam penulisan karya tulis ilmiah MAN POLMAN TP. 2011/2012.
D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat yang diharapkan dari penulisan karya ilmiah ini adalah :
1. Dapat menumbuhkan kesadaran bagi pembaca untuk dapat menerapkan disiplin dalam kehidupan di era globalisasi.
2. Sebagai sumber untuk menambah wawasan bagi penulis dan pembaca dalam hal disiplin.
3. Dapat menerapkan kedisplinan putra-putri bangsa dalam era globalisasi ini.
4. Sebagai suatu cara mensosialisasikan kedisiplinan dalam kehidupan bermasyarakat.
| |
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Kedisiplinan
1. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 333), kedisiplinan ialah tata tertib, ketaatan kepada peraturan.
2. Andi Rasdiyanah (1995 : 28) yaitu kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu system yang mengharuskan orang untuk tunduk pada keputusan, perintah atau peraturan yang berlaku.
3. Depdiknas (1992 : 3) disiplin adalah Tingkat konsistensi dan konsekuen seseorang terhadap suatu komitmen atau kesepakatan bersama yang berhubungan dengan tujuan yang akan dicapai waktu dan proses pelaksanaan suatu kegiatan.
4. Hurlock (1978 : 82) mengemukakan bahwa disiplin merupakan cara masyarakat mengajar anak berperilaku moral yang disetujui kelompok.
Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat kita simpulkan bahwa kedisiplinan ialah suatu komitmen yang mengharuskan seseorang untuk mentaati peraturan yang telah disepakati bersama untuk menuju bangsa yang bermoral.
| |
B. Pengertian Bangsa
1. Menurut KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia :133), bangsa ialah sekelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya dan berpemerintahan sendiri.
2. Menurut Rawink, bangsa adalah sekumpulan manusia yang bersatu pada satu wilayah dan memunyai keterikatan dengan wilayah tersebut. Dengan batas teritori tertentu dan terletak dalam geografis tertentu.
3. Menurut Otto Bauer bangsa adalah kelompok manusia yang mempunyai kesamaan karakteristik (nasib).
4. Ki Bagoes Hadikoesoemo atau Tuan Munandar lebih menekankan pengertian bangsa pada persatuan antara orang dan tempat.
5. Menurut Jalobsen dan Libman, bangsa adalah suatu kesatuan budaya (cultural unity) dan kesatuan (Politic unity).
6. Menurut Hans Kohn, pengertian bangsa adalah buah hasil tenaga hidup manusia dalam sejarah.
7. Menurut F. Ratzel, bangsa terbentuk karena adanya hasrat bersatu. Hasrat itu timbul karena adanya rasa kesatuan antara manusia dan tempat tinggal (geolitik).
8. Menurut Ernest Renan, bangsa terbentuk karena adanya keinginan untuk hidup bersama (Sejarah & cita-cita).
9. Menurut Guibernau, bangsa adalah negara kebangsaan memiliki unsur-unsur penting pengikat, yaitu: psikologi (sekelompok manusia yang memiliki kesadaran bersama untuk membentuk satu kesatuan masyarakat adanya kehendak untuk hidup bersama), kebudayaan (merasa menjadi satu bagian dari suatu kebudayaan bersama), teritorial (batas wilayah atau tanah air), sejarah dan masa depan (merasa memiliki sejarah dan perjuangan masa depan yang sama), dan politik (memiliki hak untuk menjalankan pemerintahan sendiri).
10. Rudolf Kjellen membuat suatu analogi/membandingkan bangsa dengan suatu organisme biotis dan menyamakan jiwa bangsa dengan nafsu hidup dari organisme termaksud. Suatu bangsa mempunyai dorongan kehendak untuk hidup, mempertahankan dirinya dan kehendak untuk berkuasa.
11. Benedict Anderson mengatakan bahwa bangsa lebih mengacu kepada pemahaman atas suatu masyarakat yang mempunyai akar sejarah yang sama dimana praxis pengalaman atas penjajahan begitu kental dirasakan oleh masyarakat terjajah dan semakin lama akan semakin mengkristalkan pengalaman.
Dari beberapa pendapat ahli diatas dapat kita sampulkan bahwa Bangsa ialah Rakyat yang telah mempunyai kesatuan tekad untuk membangun masa depan bersama, dengan cara mendirikan suatu Negara yang akan mengurus terwujudnya aspirasi dan kepentingan bersama secara adil.
C. Pengertian Era Globalisasi
Globalisasi mencakup keseluruhan dalam berbagai bidang kehidupan sehingga tidak tampak lagi adanya batas-batas yang mengikat secara nyata, sehingga sulit untuk disaring atau dikontrol. Adapun pengertian globalisasi menurut para ahli yaitu:
1. Malcom Waters
Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.
2. Emanuel Ritcher
Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.
3. Thomas L. Friedman
Globlisasi memiliki dimensi ideology dan teknlogi. Dimensi teknologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah teknologi informasi yang telah menyatukan dunia.
4. Princenton N. Lyman
Globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara Negara-negara didunia dalam hal perdagangan dan keuangan.
Dari beberapa pendapat ahli diatas dapat kita simpulkan bahwa glibalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.
D. Hipotesis
1. Pengertian Hipotesis, (Plus A Partanto, M Dahlan Al Barry, kamus ilmiah popular, 227), Hipotesis bersifat dugaan sementara; pegangan dasar; dasar pendapat.
2. Pengertian Hipotesis menurut KBBI sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaran pendapat (teori, proposisi, dan sebagainya).
Adapun Hipotesis dari karya tulis Ilmiah kami ialah, Kedisiplinan merupakan cara yang baik untuk melahirkan putra-putri terbaik di dalam menjawab tantangan di era Globalisasi.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Kedisiplinan
Manusia adalah makhluk individu dari makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia merupakan individu anggota masyarakat. Dalam kehidupannya, sebagai anggota masyarakat setiap individu menyepakati aturan-aturantertentu yang bertujuan menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Disiplin terhadap aturan-aturan yang telah disepakati merupakan sikap yang menunjang terciptanya keamanan dan ketertiban. Tanpa adanya disiplin, aturan-aturan yang telah disepakati hanya akan merupakan hiasan kata-kata tanpa manfaat. Oleh karna itu, sikap disiplin harus dibiasakan sejak dini di lingkungan keluarga, masyarakat, dan lingkungan bangsa serta Negara.
Disiplin berasal dari bahasa latindiscere yang berarti belajar. Dari kata dasar ini timbul kata discipulus yang artinya murid atau pelajar, dan kata disciplina yang berarti pengajaran atau latihan.
Kata disiplin digunakan dalam beberapa pengertian :
a. Pertama disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peraturan atau
tunduk pada pengawasa atau pengadilan.
b. Sebagai latihan yang bertujuan mengembangkan watak agar dapat
mengendalikan diri, berprilaku tertib dan efisien.
c. Suatu sistem peraturan atau metode berprilaku.
d. Hukuman atau koreksi terhadap pelanggar ketentuen peraturan yang
dilakukan melalui latihan.
e. Cabang ilmu pengetahuan atau segala sesuatu yang diajarkan.
Dua dorongan yang mempengaruhi disiplin, yaitu :
1. Dorongan yang dating dari dalam diri manusia, yaitu karena adanya pengetahuan, kesadaran, kemauan berbuat disiplin.
2. Dorongan yang dating dari luar yaitu karena adanya perintah, larangan, pengawasan, pujian, ancaman, hukuman, ganjaran dan sebagainya.
A. Mengevaluasi Pengaruh Globalisasi Terhadap Kedisiplinan Putra-Putri Bangsa
Salah satu kelemahan kita sebagai bangsa adalah soal disiplin.Mulai dari disiplin waktu, disiplin lalu lintas, disiplin kerja, dan berbagai disiplin lainnya, kita begitu lemah.Itu merata dari yang paling tinggi hingga yang paling rendah.
Pernah ada satu kejadian, Menteri Energi Jepang memutuskan untuk meninggalkan tempat pertemuan karena Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia yang ditunggu-tunggu tidak kunjung datang. Padahal seharusnya sebagai tuan rumah, menteri kita yang lebih dulu datang dari tamunya
Pernah ada satu kejadian, Menteri Energi Jepang memutuskan untuk meninggalkan tempat pertemuan karena Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia yang ditunggu-tunggu tidak kunjung datang. Padahal seharusnya sebagai tuan rumah, menteri kita yang lebih dulu datang dari tamunya
Kemarin ada lagi cerita seorang Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan yang hendak kembali dari Semarang ke Jakarta dan tertinggal pesawat. Karena pejabat negara, sempat pihak Bandara Achmad Yani, Semarang meminta kepada pilot untuk kembali ke kota asal (return to base). Beruntung pilot bersikukuh kepada aturan untuk tidak kembali karena tidak ada alasan mendesak yang bisa dijadikan pembenaran untuk kembali ke Semarang.
Wakil Ketua DPR itu terpaksa kemudian berangkat dengan penerbangan berikutnya. Namun itu adalah harga yang harus dibayar oleh siapa pun yang tidak tepat waktu, apalagi untuk penerbangan udara yang harus taat kepada jadwal.
Belum lagi cerita kehebohan itu habis ada kasus lain yang melibat Sekjen Partai Demokrat Edhie Bhaskoro Yudhoyono. Anggota DPR yang akrab dipanggil Ibas itu hendak terbang dari Jakarta ke Solo. Ternyata hingga jadwal waktu penerbangan 9.30 WIB, ia belum juga masuk ke dalam pesawat.
Baru sepuluh menit dari jadwal Ibas masuk ke dalam pesawat.Ada enam pengawal yang mendampingi dan semuanya membawa senjata lengkap. Padahal aturan penerbangan sipil mengharuskan siapa pun untuk tidak membawa senjata api dan mereka harus mengosongkan senjata terlebih dahulu serta menitipkan ke pilot.
Penerbangan Jakarta-Solo akibatnya terlambat sekitar 30 menit dari jadwal yang ditetapkan. Itu bukan hanya membuat rangkaian penerbangan terganggu, tetapi para penumpang lain harus menjadi korban keterlambatan.
Kasus keterlambatan para pejabat negara itu sengaja kita angkat untuk mengingatkan kita semua agar memerbaiki diri.Paling tidak kita harus mulai dengan menghargai waktu. Kita tidak akan pernah menjadi bangsa yang maju apabila tidak bisa menghargai waktu.
Tidak boleh hanya karena kita adalah pejabat negara lalu meremehkan soal waktu.Apalagi sampai kemudian meremehkan soal aturan.Justru karena pejabat negara mereka harus menunjukkan disiplin yang tinggi.
Pejabat negara adalah panutan.Ketika mereka bertindak semau-maunya dan berbuat yang tidak seharusnya, maka itu pasti dicontoh oleh masyarakatnya. Akan muncul pemahaman umum, kalau pejabat negara boleh melanggar, mengapa kami tidak boleh
Wakil Ketua DPR itu terpaksa kemudian berangkat dengan penerbangan berikutnya. Namun itu adalah harga yang harus dibayar oleh siapa pun yang tidak tepat waktu, apalagi untuk penerbangan udara yang harus taat kepada jadwal.
Belum lagi cerita kehebohan itu habis ada kasus lain yang melibat Sekjen Partai Demokrat Edhie Bhaskoro Yudhoyono. Anggota DPR yang akrab dipanggil Ibas itu hendak terbang dari Jakarta ke Solo. Ternyata hingga jadwal waktu penerbangan 9.30 WIB, ia belum juga masuk ke dalam pesawat.
Baru sepuluh menit dari jadwal Ibas masuk ke dalam pesawat.Ada enam pengawal yang mendampingi dan semuanya membawa senjata lengkap. Padahal aturan penerbangan sipil mengharuskan siapa pun untuk tidak membawa senjata api dan mereka harus mengosongkan senjata terlebih dahulu serta menitipkan ke pilot.
Penerbangan Jakarta-Solo akibatnya terlambat sekitar 30 menit dari jadwal yang ditetapkan. Itu bukan hanya membuat rangkaian penerbangan terganggu, tetapi para penumpang lain harus menjadi korban keterlambatan.
Kasus keterlambatan para pejabat negara itu sengaja kita angkat untuk mengingatkan kita semua agar memerbaiki diri.Paling tidak kita harus mulai dengan menghargai waktu. Kita tidak akan pernah menjadi bangsa yang maju apabila tidak bisa menghargai waktu.
Tidak boleh hanya karena kita adalah pejabat negara lalu meremehkan soal waktu.Apalagi sampai kemudian meremehkan soal aturan.Justru karena pejabat negara mereka harus menunjukkan disiplin yang tinggi.
Pejabat negara adalah panutan.Ketika mereka bertindak semau-maunya dan berbuat yang tidak seharusnya, maka itu pasti dicontoh oleh masyarakatnya. Akan muncul pemahaman umum, kalau pejabat negara boleh melanggar, mengapa kami tidak boleh
Negara Indonesia Telah Mempunyai Landasan Atau Pedoman yang tangguh dan baik, yaitu Pancasila.Berdasarkan nilai-nilai pancasila, bangsa Indonesia seharusnya mampu menyaring nilai-nilai budaya luar sehingga kita dapat mewujudkan kehidupan yang maju, tertib, tentram, adil, dan makmur tanpa mengurangi atau menghilangkan kepribadian bangsa Indonesia.
Peluang dan tantangan yang ditimbulkan oleh globalisasi berpengaruh pula pada nilai-nilai dan elemen-elemen kehidupan manusia.Selanjutnya, pergeseran ini memengaruhi atau menimbulkan pergeseran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Perhatikan hal-hal berikut.
3. Kemajuan Pengetahuan Akibat Globalisasi
Kita lihat di Negara kita, ataupun di daerah lingkungan kita, pada saat ini pengetahuan sangat meningkat pada zaman ini, dikarenakan adanya globalisasi yang semakin merata dari segi pengetahuan dapat kita lihat bahwa komunikasi pada saat ini sangat mudah terutama pada kalangang muda, yang banyak mengetahui tentang alat-alat komunikasi. Seperti Hand Phonedan temuan-temuan lainya,
4. Mutu Kedisiplinan Dalam Era Globalisasi
Kedisiplinan sering diikuti dengan kepatuhan, dengan seperti itu dapat kita lihat bahwa kedisiplinan pada saat ini sangatlah minim oleh karenanya itu, kita harus tahu bagaimana cara untuk memberikan dorongan kepada bangsa untuk berdisiplin dalam menjawab era globalisasi ini, dengan cara mensosialisasikan sikap disiplin.
5. Putra-Putri Dalam Menjawab Tantangan Globalisasi
Pada saat ini kita lihat beragam cara putra dan putri dalam menjawab era globalisasi. Pada sisi lain ada yang menjawab secara positif dan ada yang menjawab dari segi negatif. Namun pada dasarnya dalam jawaban tersebut sangatlah bergantung pada disiplinya putra-putri dalam menjawab tantangan, dengan adanya jiwa disiplin terhadap diri seseorang akan melahirkan putra putri terbaik dalam era Globalisasi.
Pengaruh disiplinnya bangsa terhadap era Globalisasi saat ini sangat dipengaruhi dengan pendidikan akhlak dan ketaqwaan, karena apabila kita lihat sekarang ini, masuknya budaya luar akibat globalisasi sangat mempengaruhi bangsa kita baik dari segi makanan ataupun pakaian, dan tidak jarang kita temukan putra-putri kita yang melanggar peraturan dikarenakan ketidaksadarnya generasi tersebut didalam menjawab era globalsasi yang sangat menyeluruh, contoh kongrit ialah ‘seorang siswa dinasehati oleh bimbingan konseling untuk mentaati peraturan sekolah, lantas siswa tersebut mengatakan taat pada zaman sekarang uda tidak zaman lagi’ dengan kata lain dapar kita simpulkan bahwa pemuda tersebut menjawab era globalisasi dengan bersikap negatif. Namun tidak jarang pula kita temukan putra-putri yang menjawab era Globalisasi ini secara positif, diantaranya menumbuhkan rasa disiplin dan menggunakan sarana dan prasarana pengetahuan dan teknologi secara berpendidikan dan sesuai aturan dan tidak melanggar aturan yang berlaku contoh ‘menggunakan sarana teknologi seperti internet sebagai ajang belajar dengan cara membuka situs-situs pendidikan.
Bangsa Indonesia, seperti halnya bangsa-bangsa lain, dalam era globalisasi ini tidak dapat menghindar dari arus derasnya kompleksitas perubahan (Inovasi) sebagai akibat canggihnya teknologi informasi, telekomunikasi dan transportasi, tatanan ekonomi dunia yang mengarah pada pasar bebas, serta tingkat efisiensi dan kompetisi yang tinggi di berbagai bidang kehidupan.
Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. (Menurut Edison A. Jamli dkk.Kewarganegaraan.2005)
Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. (Menurut Edison A. Jamli dkk.Kewarganegaraan.2005)
Menurut pendapat Krsna (Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.internet.public jurnal.september 2005). Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi.Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia.Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa.
Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai - nilai nasionalisme
1. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan dijalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
2. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
3. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.
Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
1. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang.
2. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
3. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
4. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.
5. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
Pengaruh- pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme.Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang.Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global.Apa yang di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila dipenuhi belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Banyaknya pendapat mengenai era Globalisasi pada putra-putri kita, ada yang menganggap era Globalisasi ialah proses untuk keluar dari budaya menuju kehidupan berteknologi yang serba terjangkau, ada yang beranggapan bahwa Globalisasi sebagai ajang eksistensi dan ada yang menjawab bahwa globalisasi ialah sebagai wadah untuk meninkatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi karena Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berdampak pada globalisasi.
Dengan hal seperti ini orang tua juga menjadi kendala besar untuk meninkatkan putra dan putri bangsa karena orang tua tersebut kurang paham mengenai Globalisasi sehingga terkadang kurang mengawasi anak-anak mereka di dalam hal peningkatan kedisiplinan.Padahal orang tualah sebagai media pendidikan utama bagi para seluruh putra dan putri karena orang tualah yang menemani kita mulai dari bayi hinga dewasa.
Dewasa ini memang kita lihat kedisiplinan merupakan suatu hal yang perlu kita tanamkan dalam diri masing masing dalam mengahadapi era Globalisasi ini karena kedisplinan sangat bernilaipositif bagi pengembangan akhlak dan ketaqwaan dan dengan sifat disiplin maka kita akan mengara ke bangsa yang terbaik dalam era globalisasi.
Pengaruh era globalisasi putra-putri bangsa terhadap kedisiplian menurut Realita sekarang yang kita ketahui bersama, bahwa adanya pengaruh yang semakin hari semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi atau bisa dinamakan dengan arus Globalisasi yang semakain meningkat, oleh karena itu adanya globalisasi ini semakin menguntunkan putra-putri bangsa bahkan bisa merugikan putra-putri bangsa tersebut tergantung cara pura-putri banga menaggapi persoalan tersebut.
Jika dipertimbangkan secara mendalam globalisasi ini lebih dominan kearah negatif, bahkan bisa membawa kita kearah yang tidak di Ridhoi oleh Allah SWT, tetapi ada juga manfaatnya seperti dulu, jika kita ingin memberikan kabar / berita kepada saudara mudah untuk berkomunikasih meskipun tempatnya berjauhan, jadi dapat disimpulkan bahwa globalisasi ini dapat menjadikan kita menjadi disiplin terhadap waktu, materi, dan lain sebagainya.
Fakta juga terjadi jika kita ingin bangun pada waktu pagi untuk kesekolah, makan sahur pada waktu sahur, dengan ini globalisasi berperang penting contohnya kita mengaktifkan alarm hand phone, kita untuk membangunkan kita, sehingga kita tepat waktu atau kita disiplin terhadap waktu.
Tidak semua individu dapat menerapkan kedisiplinan dalam hidupnya, seperti memasak dengan hemat, tidak boros, untuk memujudkan kedisiplinan itu harus menanamkan dalam diri secara mendalam bahwa marilah kita menghadapi globalisasi ini dengan mengambil dari sisi positifnya dan marilah kita tinggalkan pengaruh globalisasi dari segi negatifnya.
B. Hubungan Kedisiplinan Putra-Putri Bangsa Terhadap Globalisasi
Membicarakan masalah globalisasi dan kedisiplinan tentu banyak pemikiran bahwa apakah tentang ada globalisasi ini dapat mewujudkan kedisiplinan yang lebih baik atau sebalinya, jadi untuk membandinkan pemikiran tersebut dapat kita simpulkan bahwa hubunga itu dapat saling tarik menarikatau juga tolak menolak tergantung sistem yang digunakan untuk menghadapi kedua persoalan tersebut diatas.
Dikatakn tarik menarik jika kita menghadapi globalisasi ini dengan mengambil dari segi posistifnya seperti kita berkomunikasih terhadap teman-teman kita untuk membicarakan yang penting bukan masalah yang sepeleh yang menghabiskan waktu saja,
Dikatak tolak menolak jika kita menghadapi globalisasi ini menggunakan sistem yang tidak baik contohnya melihat film-film asusila yang dapat mengurangi ketaatan kita. Sebagai putradan putri bangsa.
Dan jika seseorang hidup secara disiplin maka dia pasti berhasil, sukses, dan tercapai cita-citanya karena suatu keberhasilan harus disertai kedisplinan, dan kedisiplinan tidak terlaksana jika tidak ada peraturan, serta suatu peraturan juga tidak akan ditaati apabila tidak ada sangsi-sangsi pelanggaran peraturan.
C. Kedisplinan Melahirkan Putra-Putri Terbaik Bangsa DalamMenjawab Tantangan Di Era Globalisasi.
Jelas bahwa dengan kedisiplinan akan melahirkan putra dan putri bangsa dalam mengarungi bahtera kehidupan karena dengan tertanamnya rasa disiplin maka akan melahirkan putra putri terbaik dalam menjawab tantangan diera Globalisasi.
Pada dasarnya pendapat yang mengatakan bahwa globalisasi akan membawa ke sisi Negatif itu hanya pendapat salah karena Globalisasi tersebut tidak pernah salah tapi yang salah ialah putra dan putri tentang bagimana cara mereka menjawab tantangan tersebut.
Kedisiplinan akan terus berada dan melekat pada jiwa seseorang jikalau seseorang tersebut sadar akan segala tindakan yang ia lakukan seperti yang dikatakan oleh pendapat ahli ‘(H.A.R. Tilaar, 1997), Meningkatnya kesadaran terhadap hak-hak asasi manusai serta kewajiban manusia di dalam kehidupan bersama, dan sejalan dengan itu semakin meningkatnya kesadaran bersama dalam alam demokrasi’. walaupun zaman ini digantikan oleh zaman apapun tetapi bangsa pada negera tersebut disiplin maka tidak akan terjerumus pada hal-hal yang negatif seperti era Globalisasi saat ini. Ketika kita lihat memang pemuda sekarang kabanyakan yang mengambil sisi negatif dari Globalisasi tersebut tapi tak jarang pula kita temukan dengan bersikap positif tergantung pada individu tersebut.Alangkah baiknya jika saat dini kita tanamkan rasa disiplin dalam kehidupan kita sendiri kalau bukan kita yang merubah diri kita sendiri siapa lagi, saya pribadi yakin dan anda pun pasti yakin kalau kedisiplinan kita tanamkan dalam diri kita akan bisa menjawab era globalisasi ini dengan positif. Mudah- mudahan kita semua termasuk putra dan putri yang menamkan rasa disiplin untuk menjawab tantangan era globalisasi sehingga kita bisa menjadi orang yang ber akhlaq dalam hidup di era globalisasi ini.
BAB III
METODOLOGI
A. Pemilihan Subjek Penelitian
Dalam suatu penelitian, perlu menentukans ubjek dano bjek penelitian, yang menjadi subjek penelitian adalah orang atau respon den sebagai sumber data, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah yang menjadi pusat penelitian peneliti. Lebih lanjut dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Populasi
Populasi dalam penelitian adalah kumpulan unit-unit elementer, atau hal yang menjadi sumber pengambilan sampel yang memenuhi syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian, dalam penelitian ini populasinya adalah siswa-siswi MAN POLMAN.
2. Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang diambil dan dipergunakan untuk penelitian yang sifat dan karakternya mewakili populasis ebagai subjek penelitian. Jumlah sampel pada penelitian ini 28 siswa yang diambil dari siswa X.1 MAN POLMAN dengan objek penelitiannya adalah disiplin bangsa dalam menjawab tantangan globalisasi.
B. Desain dan Pendekatan Penelitian
Dalam melakukan penelitian ada dua pendekatan yang digunakan, yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif.Jika data yang diperoleh dalam penelitian disajikan dalam bentuk uraian kata kata atau kalimat (naratif) bukan dalam bentuk statistik, maka pendekatan yang digunakan adalah kualitatif.Namun, apabila data yang diperoleh dalam penelitian berbentukangka-angka dan carap engolahannya menggunakan analisis statistik, makam pendekatan yang digunakana dalah kuantitatif. Adapun dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.
C. Pengumpulan Data
Cara memperoleh data dikena lsebagai metode pengumpulan data. Beberapa contoh pengumpulan data, antara lain : wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa kuesioner/angket yang disebar ke - 28 siswa.
D. Pelaksanaan Penelitian
1. Validasi Instrumen
Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, setiap veriabel diukur dengan menggunakan skala internal, sedangkan skor menggunakan skala likert yang ditentukan dengan lima alternative jawaban. Dengan rincian, mendapatkan bobot/nilai 5 (lima) untuk alternative tidak setuju, nilai 4 (empat) untuk alternative setuju, nilai 3 (tiga) untuk alternative ragu ragu, dan nilai 2 untuk alternative jawaban tidak setuju, dan nilai 1 (satu) untuk alternative jawaban sangat tidak setuju.
2. Pengujian Data
Uji validasi yaitu suatu ukuran yang menujukkan kevalidan ataukeabsahan suatu instrument. Suatu instrument yang valid memiliki validasi yang tinggi, demikian juga sebaliknya sebuah instrument dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dalam sebuah penelitian dan dapat diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validasi instrument menujukkan sejauh mana data yang terkumpul tidakmenyimpang darig ambaran tentang variabel yang dimaksud,
Untuk menguji tingkat validasi empiris instrument, penulis mencoba instrument tersebut pada sasaran dalam penilitian, langkah ini disebut dengan kegiatan uji coba (tri out) instrument, bila data yang diperoleh dari uji coba sudah sesuai dengan yang seharusnya, berarti instrument tersebut baik atau sudah valid. Untuk mengetahui ketetapan data diperlukan uji validasi.Dua macamvalidasi sesuai dengan cara pengujianya adalah sebagai berikut.
a. Validasi eksternal, yaitu apabila data yang dihasilkan dari instrument tersebut sesuai dengan data atau informasih lain mengenai pariabel penelitian yang dimaksud, data dihitung secara keseluruhan.
b. Validasi internal, yaitu apabila terdapat kesesuai anantara bagian-bagian instrument secara keseluruhan.
Sebuah intrumen memiliki validasi internal validasi internal apabila setiap bagian instrument mendukung “misi” instrument secara keseluruhan, yaitu mengungkap data daripenelitian yang dimaksud. Pada penelitian ini validasi yang diuji adalah validasi ekternal dengan menggunakan rumus korelasi product moment dari pearson.
3. PengolahanAnalasisi Data
Setelah data diterima yang merupakan data dari kuesioner/angket, maka selanjutnya melakukan pengolahan data. Padapenelitian diperoleh data yang telah diikhtisarkan dalam tabel 1.1 dan 1.2 berikut.
Setelah data yang dikumpulkan telah diikhtisarkan dalam tabel, maka langkah selanjutnya adalah analisis terhadap hasil-hasil yang telah diperoleh.
a. Pengorganisasian Data
Selanjutnya angket eksternal lingkungan atau factor luar bangsa dibuat dalam tabel x dan y, kemudian menghitung setiap jawaban pernyataan tersebut dengan skor tertinggi yang diporeleh adalah 60 untuk masing masing kuesionerdan skor terendah adalah 12. Setiap skor yang diperoleh untuk factor eksternal dalam pengembangan dispiln bangsa.
Data yang diperoleh dari hasil pengolahan data responden untuk indikator eksternal dalam pengembangan dispiln bangsa.akan distribusikan pada variabel bebas. Angket yang disebar kepada 28 siswa sebagai alat ukur untuk menilai sejauh mana factor eksternal dalam pengembangan dispiln bangsa.dapat dilihat pada tabel 1.3 berikut.
Tabel 1.3 | |||
Data Jawaban kuesioner internal (Lingkungan) | |||
No. | Nama | Jumlah skor (x) | |
1 | ABD. Syukur Azis | 33 | |
2 | Alimin | 38 | |
3 | Arfah | 39 | |
4 | Asriani | 32 | |
5 | Elsa Afrianti | 27 | |
6 | Evi Nursyafitri | 32 | |
7 | Fadlu Rahman | 32 | |
8 | Hamsa | 35 | |
9 | Hariani S | 29 | |
10 | Hasanuddin | 32 | |
11 | Hasnawati S | 30 | |
12 | Husna | 36 | |
13 | Islahul Khair | 26 | |
14 | Jihan Armita | 44 | |
15 | Khairul Asrar | 29 | |
16 | Mardiana R | 32 | |
17 | Muh. Alwi Hamzah | 33 | |
18 | Muh. Ardi | 34 | |
19 | Muhammad Alif | 30 | |
20 | Munawwarah | 29 | |
21 | Nurhidayah | 25 | |
22 | Nurpadilah B. | 37 | |
23 | Nursaidah As'ad | 32 | |
24 | Rahman Syafei B | 28 | |
25 | Sakinah Saharuna | 34 | |
26 | Sapri | 27 | |
27 | Supri | 32 | |
28 | Sy. Aminah | 34 | |
Data yang diperoleh dari hasil pengolahan data responden untuk indikator internal pengembangan disiplinya bangsa ialah akan distribusikan pada variabel terikat. Angket yang disebar kepada 28 siswa senagai alat ukur untuk menilai sejauh mana faktir internal bangasa dalam peningkatan mutu kedisiplinan, Dapat diliohat pada tabel 1.4 berikut.
Tabel 1.4 | ||||
Data Jawaban Kuesioner Internal | ||||
No. | Nama | Jumlah skor (y) | ||
1 | ABD. Syukur Azis | 33 | ||
2 | Alimin | 44 | ||
3 | Arfah | 43 | ||
4 | Asriani | 48 | ||
5 | Elsa Afrianti | 40 | ||
6 | Evi Nursyafitri | 49 | ||
7 | Fadlu Rahman | 37 | ||
8 | Hamsa | 41 | ||
9 | Hariani S | 29 | ||
10 | Hasanuddin | 51 | ||
11 | Hasnawati S | 30 | ||
12 | Husna | 38 | ||
13 | Islahul Khair | 42 | ||
14 | Jihan Armita | 47 | ||
15 | Khairul Asrar | 39 | ||
16 | Mardiana R | 50 | ||
17 | Muh. Alwi Hamzah | 51 | ||
18 | Muh. Ardi | 47 | ||
19 | Muhammad Alif | 44 | ||
20 | Munawwarah | 47 | ||
21 | Nurhidayah | 40 | ||
22 | Nurpadilah B. | 51 | ||
23 | Nursaidah As'ad | 42 | ||
24 | Rahman Syafei B | 48 | ||
25 | Sakinah Saharuna | 46 | ||
26 | Sapri | 51 | ||
27 | Supri | 32 | ||
28 | Sy. Aminah | 33 | ||
b. Hipotesis Statistik
Hipotesis yang dapat disusun, yaitu factor eksternal dan internal sangat berperang penting dalam peningkatan mutu kedisiplianan bangsa dalam menjawab tantangan globalisasi karena adanya dorongan dari dalam diri maupun dari luar sangat berpengaruh pada perkembanhgan, jiwa psikologis. Dan akan melahirkan nilai niali yang baik.
c. Teknik Analisis Data
Tekhnik analisis yang digunakan dalam pengujian hipotesis diatas adalah teknik korelasi product moment dan pearson. Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara factor ekternal dan internal dalam pengembanganm disiplinya suatu bangsa.
Rumus korelassi product moment
| |
|
keterangan xy = koefisien korelasi X dan Y
x = skor nilai jawaban masing masing kuesioner tentang
kondisi kondisi eksternal
y = skor nilai jawaban masing masing angket tentang kondisi
internal
n. = jumlah kelompok subjek yang diteliti.
Langkah langkah dalam menggunakan rumus tersebut diatas adalah sebagai berikut.
a. Menggunakan nilai x pada seluruh subjek
b. Menguadratkan nilai y pada seluruh subjek
c. Mengalihkan nilai x dan y pada seluruh subjek
d. Menjumlahkan semua skor hasil perhitungan pada x,y,x2, y2 dan xy
e. Memasukkan semua skor yang diperoleh ke dalam rumus diatas.
Langkah langkah dituangkan dalam tabel 1.5 berikut.
Tabel 1.5 | |||||
Korelasi Antara x dan y | |||||
No. | x | y | xy | x2 | y2 |
1 | 33 | 33 | 1089 | 1089 | 1089 |
2 | 38 | 44 | 1672 | 1444 | 1936 |
3 | 39 | 43 | 1677 | 1521 | 1849 |
4 | 32 | 48 | 1536 | 1536 | 2304 |
5 | 27 | 40 | 1080 | 729 | 1600 |
6 | 32 | 49 | 1568 | 1024 | 2401 |
7 | 32 | 37 | 1184 | 1024 | 1369 |
8 | 35 | 41 | 1435 | 1225 | 1681 |
9 | 29 | 29 | 841 | 841 | 841 |
10 | 32 | 51 | 1632 | 1024 | 2601 |
11 | 30 | 30 | 900 | 900 | 900 |
12 | 36 | 38 | 1368 | 1296 | 1444 |
13 | 26 | 42 | 1092 | 676 | 1764 |
14 | 44 | 47 | 2068 | 1936 | 2209 |
15 | 29 | 39 | 1131 | 841 | 1521 |
16 | 32 | 50 | 1600 | 1024 | 2500 |
17 | 33 | 51 | 1683 | 1089 | 2601 |
18 | 34 | 47 | 1598 | 1156 | 2209 |
19 | 30 | 44 | 1320 | 900 | 1936 |
20 | 29 | 47 | 1363 | 841 | 2209 |
21 | 25 | 40 | 1000 | 625 | 1600 |
22 | 37 | 51 | 1887 | 1369 | 2601 |
23 | 32 | 42 | 1344 | 1024 | 1764 |
24 | 28 | 48 | 1344 | 784 | 2304 |
25 | 34 | 46 | 1564 | 1156 | 2116 |
26 | 27 | 51 | 1377 | 729 | 2601 |
27 | 32 | 32 | 1024 | 1024 | 1024 |
28 | 34 | 33 | 1122 | 1156 | 1089 |
Total | 901 | 1193 | 38499 | 29983 | 52063 |
Setelah perhitungan selesai maka tahap selanjutnya ialah melakukan interpretasi hasil korelasi, yaitu sebagai berikut.
a. Rumuskan hipotesis
b. Tentukan nilai rxy
c. Konsultasikan rxy dengan r pada tabel
d. Membuat kesimpulan dari data yang diolah
e. Membuat saran saran
d. Hasil Pembahasan
Menentukan koefisien korelasi. Dalam menentukan koefisien antara x dan y,rumus yang akan digunakan ialah :
| |
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
Dilihat dari perhitungan diatas tampak bahwa koefisien korelasi dari sampel adalah 0.099537 yang menujukkan hububgan sangat kuat antara variabel x (untuk factor eksternal) dengan variabel y (factor internal), maka kami menarik kesimpulan sementara yaitu, apabila kondisi eksternal siswa seperti lingkungan dan pergaulan yang baik maka bangsa atau putra putri akan berkembang dengan sikap berdisiplin.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari paparan yang telah kami paparkan diatas maka sampailah kita dalam tahap penampilan kesimpulan pada suatu karya ilmiah, ‘Kedisplinan Melahirkan Putra-Putri Terbaik Bangsa Dalam Menjawab Tantangan Di Era Globalisasi’
Kedisiplinan dan ketaatan merupakan suatu kalimat yang bermakna sama, maupun Globalisasi dan global ialah arti yang sama pula yaitu menyeluruh, jadi kedisplinan harus ditanamkan dalam jiwa seseorang secara menyeluruh untuk menuju bangsa yang bersikap positif.
Kunci utama untuk menjadi putra dan putri terbaik ialah dengan adanya sifat disiplin dan adanya rasa saling menghormati karna cara itulah yang akan membawa kita ntuk menjawab era Globalisasi.
Marilak kita menghadapi globalisasi ini secara positif, karna tanpa generasi sekarang yang merubah sipatnya menjadi orang yang bersikap positif siapa lagi, karena perkembangan pada suatu Negara itu dipengaruhi oleh bangsanya. Jadi marilah kita sebagai generasi mudah untuk berubah dan meningkatkan atau mengembangkan negera kita dengan melakukan hal-hal yang positif.
Jadi teruslah tanam kedisiplinan pada diri kita sebagai jawaban yang akurat dalam menghadapi era globalisasi. Globalisasi pun telah merevolusi pendidikan dan teknologi semakin berkembang maka tidak ada alasan lagi untuk tidak berlaku disiplin dalam era sekarang.
B. Saran
1. Diharapkan kepada teman teman agar dapat menerapkan kedisiplinan dalam era Globalisasi.
2. Dan pada penyusun karya ilmiah selanjutnya diharapkan untuk mengembangkan karya ini dengan melampirkan beberapa lampiran-lampiran.
3. Diharapkan kepada teman-teman untuk menerapkan nilai-nilai dan moral dalam mengarungi kehidupan berterapkan Globalisasi.
LAMPIRAN ANGKET
Petunjuk Pengisian | ||||||
berikut ini sejumlah pertanyaan yang harus anda tanggapi. Untuk menanggapi pernyatan tersebut, | ||||||
cukup memberi tanda centang pada kolom yang tersedia yaitu memilih salah satu pendapat sebagai berikut. | ||||||
5 | = sangat setuju | (SS) | ||||
4 | = setuju | (S) | ||||
3 | = ragu ragu | (RR) | ||||
2 | = tidak setuju | (TS) | ||||
1 | = sangat tidak setuju | (STS) | ||||
lembar Pernyataan | ||||||
Nama | : | |||||
kelas | : | |||||
A. Faktor eksternal (luar) | ||||||
No. | Pernyataan | Alternatif Jawaban | ||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
STS | TS | RR | S | SS | ||
1 | Saya selale mendapat sosialisasi dari orang tua | |||||
2 | Orang tua saya menjadi teladan buat saya | |||||
3 | Saya selalu diberikan motivasi untuk disiplin | |||||
4 | Teman saya menjadi kendala untuk saya tidak disiplin | |||||
5 | Latar belakang orang tua saya tidak berpendidikan | |||||
6 | Orang tua saya mengajak anaknya bermoral | |||||
7 | Masyarakat yang ada dilingkungan saya tidak bermoral | |||||
8 | Saya ikut teman yang berperilaku negatif | |||||
9 | ||||||
10 | ||||||
11 | ||||||
12 | ||||||
lembar Pernyataan | ||||||
B. Faktor internal (dalam) | ||||||
No. | Pernyataan | Alternatif Jawaban | ||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
STS | TS | RR | S | SS | ||
1 | ||||||
2 | ||||||
3 | ||||||
4 | ||||||
5 | ||||||
6 | ||||||
7 | ||||||
8 | ||||||
9 | ||||||
10 | ||||||
11 | ||||||
12 | ||||||
DAFTAR PUSTAKA
Chotib, M. Dzazuli, Tri suharno, Suardi abu bakar, muchlis catio,
kewarganegaraan 3, Jakarta, Yhudistira.
Plus A Partanto, M. Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Populer, 1994 yogyakarta
Wikipedia bahasa Indonesia. 2009. Globalisasi.
(http://muhammadyusuf123.blogdetik.com/2011/03/31/kedisiplinan-adalah-
Modal-kesuksesan/), diakses 22 septemer 2011.
Shoong. 2008. Kedisiplinan.
Diakses 22 september 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar